RBR#3 Ber-Islam yang Bagaimana?
![]() |
| Source: Pinterest |
Eh, pernah nggak, sih, kalian dengar di suatu forum diskusi (re: ghibah wkwk), terus tiba-tiba ada yang nyeletuk ...
... "Eh, kalo di Islam gini, gitu, gini ... "
"Ih, apa, sih. Kok kamu bawa-bawa agama. Kita kan lagi bahas *%^#&@, enggak usah disangkutin sama agama kali."
Hmmmm. Emang ... begitu, ya?
Saya pernah baca satu cuitan di Twitter. Lupa deh gimana lengkapnya. Intinya begini:
"Ya meskipun gue Islam-nya biasa-biasa aja, gue bakal balik ke agama juga buat hal kayak begini."
Hahaha. Saya juga lupa itu dia nge-reply tentang hal apa. Fokus di poin "balik ke agama" aja, wkwk.
Jadi, yang sebenarnya gimana? Kapan kita perlu mengembalikan sesuatu ke agama?
Tahan dulu, Bosku. Saya mau ngomongin hal lain dulu hehehe.
Kalo ngeliat Islam di luar negeri itu kelihatan adem banget, ya? Kayak, mereka menjadikan Islam itu sebagai gaya hidup mereka. Semata-mata hanya berharap untuk mengharap ridho Allah aja, gitu. Jadi semua hal yang mereka lakukan tak luput dari nilai-nilai Islam. Ber-Islam yang totalitas.
Rasanya kepengin deh bisa ber-Islam yang kayak gitu.
Nah, di Indonesia gimana? Mungkin ada juga sih yang ber-Islam seperti itu. Banyak malah. Tapi, kita aja yang nggak bisa ngelihat karena banyak juga ketutupan sama yang lain-lain.
Kembali ke pertanyaan awal, menurut saya malah bukan 'kembali', tapi ya semua aspek dalam kehidupan kita itu harusnya berlandaskan nilai-nilai Islam. Entah itu sekolah kita, dagangan kita, rumah tangga kita, pertemanan, dll.
Sebenarnya ber-Islam yang bagaimana, sih?
Islam as a mindset, Islam as a lifestyle.
Hmmm. Kelihatannya berat, ya. Wkwk.
Apa lagi buat orang-orang kayak saya yang ... orientasi hidupnya masih kebanyakan duniawi.
Sebenarnya kembali pada diri masing-masing, sih. Mau ber-Islam yang bagaimana. Idealnya ya menuju Islam seperti Rasulullah. Tapi kelihatannya susah banget, gimana bisa kita menyamai Rasulullah?
Yah, setidaknya saya mau mencoba dulu. Belajar. Berproses.
Mulai dari hal kecil, deh. Contohnya selalu memberangkatkan diri lagi dari agama dalam berbagai urusan.
Ibarat kata, kayak membran selektif permeabel. Membran yang enggak ngebolehin sembarang zat atau partikel bisa masuk ke sel. Dan di sini, Islam yang berperan jadi membran kita.
Jadi, ber-Islam yang bagaimana yang kamu inginkan?
Semoga segala hal yang kita lakukan semata-mata untuk mendapat ridho dari Allah, ya. Aamiin.
Bismillah, mari kita mulakan...
Inspirasi menulis:
https://youtu.be/c2fyZt_V3Ys
#H8
#JadiBaik
#Ramayana
#ChallengeNulis

Komentar
Posting Komentar